Sinyal Kusus Orang Yang Bertakwa
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)."
(Surat Al-A'raf, Ayat 201)
------------------------------------------------------------
Sungguh suatu hadiah yang sangat mahal yang tidak diberikan kepada orang biasa, melainkan kepada mereka yang istiqomah dalam menjalankan agama, iklas mengharap ridho-Nya karena yang terbenak dalam pandangan hidupnya adalah akhirat, tempat hidup yang sesungguhnya.
Beruntug, suatu kata yang pantas kita lontarkan kepada para pemilik ketakwaan, yang diperoleh dengan sekuat tenaga meninggalkan hal-hal yang menggiurkan jiwa karena memang mereka dapat mengetahui bahwa jika hal itu dilaksanakan maka akan memberikan dampak buruk, menurunkan nilai keimanan dalam diri mereka, yang dengannya akan terkikisnya semangat dalam menjalankan agama.
Memang takjarang, hadirnya godaan-godaan silih berganti dari segala penjuru dan berbagai macam motifnya, bisa secara jelas bisa juga berupa yang masih meragukan pula, pada bagian kedua inilah yang mengharuskan pemahaman yang penuh dengan ketelitian, karena bisa jadi kita salah melangkah yang dengannya akan memunculakan nilai negatif dalam menjalankan agama kita.
Perlunya juga kita menilik penjelasan ulama berkaitan dengan ini, bahwa
Allah Swt menceritakan perihal hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yaitu orang-orang yang taat dalam menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua hal yang dilarang-Nya, bahwa keadaan mereka itu:
{إِذَا مَسَّهُمْ}
Apabila mereka ditimpa (Al-A'raf: 201)
yakni bilamana mereka terkena godaan. Sebagian ulama membacanya ta-ifun (bukan taifun), sehubungan dengan qiraat ini ada hadis yang menerangkannya; kedua qiraat ini merupakan qiraat yang terkenal. Menurut pendapat lain, kedua qiraat tersebut mempunyai makna yang sama; dan menurut pendapat yang lainnya lagi ada bedanya. Ada ulama yang menafsirkannya dengan pengertian al-gadab (amarah), ada yang menafsirkannya dengan pengertian sentuhan dari setan, yakni pingsan dan lain sebagainya; ada yang menafsirkannya dengan pengertian dosa, ada pula yang menafsirkannya dengan pengertian melakukan perbuatan dosa.
Firman Allah Swt.:
{تَذَكَّرُوا}
mereka ingat kepada Allah (Al-A'raf: 201)
Maksudnya, mereka teringat akan azab Allah, pahala-Nya yang berlimpah, janji, dan ancaman-Nya. Karena itu, lalu mereka bertobat dan memohon perlindungan kepada Allah serta segera kembali kepada-Nya.
{فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ}
maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (AlA'raf: 201)
Yakni mereka bangkit dan sadar dari keadaan sebelumnya.
Al-Hafiz ibnu Asakir dalam Bab "Riwayat Hidup Amr ibnu Jami", bagian dari kitab Tarikh-nya, menyebutkan bahwa ada seorang pemuda yang sedang menekuni ibadah di dalam masjid. Lalu ada seorang wanita yang menyukainya, maka wanita itu merayunya agar ia mau menggauli dirinya. Wanita itu terus-menerus merayunya hingga hampir saja mereka berdua memasuki sebuah rumah. Tetapi pemuda itu teringat akan firman Allah Swt. yang mengatakan: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Al-A'raf: 201) Maka pemuda itu jatuh terjungkal dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri. Kemudian ia sadar kembali, dan wanita tersebut datang menjenguknya, maka pemuda itu mendadak mati. Khalifah Umar datang kepada ayah si pemuda, berbelasungkawa atas kematiannya; dan jenazah si pemuda itu telah dikebumikan sejak malam harinya. Lalu Khalifah Umar pergi dan melakukan salat jenazah bersama orang-orang yang mengikutinya di atas kuburan pemuda itu. Kemudian Umar menyeru nama pemuda itu seraya membacakan firman-Nya: Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (Ar-Rahmah: 46) Maka pemuda itu menjawabnya dari dalam kuburan, "Wahai Umar, Tuhanku telah memberikannya kepadaku dua kali di dalam surga."
Begitu beruntungnya kita, maka dari itu teteplah berpegan teguh pada ajaran agama yang degannya kita akan selamat dunia akhirat. Aamiin.....
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)."
(Surat Al-A'raf, Ayat 201)
------------------------------------------------------------
Sungguh suatu hadiah yang sangat mahal yang tidak diberikan kepada orang biasa, melainkan kepada mereka yang istiqomah dalam menjalankan agama, iklas mengharap ridho-Nya karena yang terbenak dalam pandangan hidupnya adalah akhirat, tempat hidup yang sesungguhnya.
Beruntug, suatu kata yang pantas kita lontarkan kepada para pemilik ketakwaan, yang diperoleh dengan sekuat tenaga meninggalkan hal-hal yang menggiurkan jiwa karena memang mereka dapat mengetahui bahwa jika hal itu dilaksanakan maka akan memberikan dampak buruk, menurunkan nilai keimanan dalam diri mereka, yang dengannya akan terkikisnya semangat dalam menjalankan agama.
Memang takjarang, hadirnya godaan-godaan silih berganti dari segala penjuru dan berbagai macam motifnya, bisa secara jelas bisa juga berupa yang masih meragukan pula, pada bagian kedua inilah yang mengharuskan pemahaman yang penuh dengan ketelitian, karena bisa jadi kita salah melangkah yang dengannya akan memunculakan nilai negatif dalam menjalankan agama kita.
Perlunya juga kita menilik penjelasan ulama berkaitan dengan ini, bahwa
Allah Swt menceritakan perihal hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yaitu orang-orang yang taat dalam menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua hal yang dilarang-Nya, bahwa keadaan mereka itu:
{إِذَا مَسَّهُمْ}
Apabila mereka ditimpa (Al-A'raf: 201)
yakni bilamana mereka terkena godaan. Sebagian ulama membacanya ta-ifun (bukan taifun), sehubungan dengan qiraat ini ada hadis yang menerangkannya; kedua qiraat ini merupakan qiraat yang terkenal. Menurut pendapat lain, kedua qiraat tersebut mempunyai makna yang sama; dan menurut pendapat yang lainnya lagi ada bedanya. Ada ulama yang menafsirkannya dengan pengertian al-gadab (amarah), ada yang menafsirkannya dengan pengertian sentuhan dari setan, yakni pingsan dan lain sebagainya; ada yang menafsirkannya dengan pengertian dosa, ada pula yang menafsirkannya dengan pengertian melakukan perbuatan dosa.
Firman Allah Swt.:
{تَذَكَّرُوا}
mereka ingat kepada Allah (Al-A'raf: 201)
Maksudnya, mereka teringat akan azab Allah, pahala-Nya yang berlimpah, janji, dan ancaman-Nya. Karena itu, lalu mereka bertobat dan memohon perlindungan kepada Allah serta segera kembali kepada-Nya.
{فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ}
maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (AlA'raf: 201)
Yakni mereka bangkit dan sadar dari keadaan sebelumnya.
Al-Hafiz ibnu Asakir dalam Bab "Riwayat Hidup Amr ibnu Jami", bagian dari kitab Tarikh-nya, menyebutkan bahwa ada seorang pemuda yang sedang menekuni ibadah di dalam masjid. Lalu ada seorang wanita yang menyukainya, maka wanita itu merayunya agar ia mau menggauli dirinya. Wanita itu terus-menerus merayunya hingga hampir saja mereka berdua memasuki sebuah rumah. Tetapi pemuda itu teringat akan firman Allah Swt. yang mengatakan: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Al-A'raf: 201) Maka pemuda itu jatuh terjungkal dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri. Kemudian ia sadar kembali, dan wanita tersebut datang menjenguknya, maka pemuda itu mendadak mati. Khalifah Umar datang kepada ayah si pemuda, berbelasungkawa atas kematiannya; dan jenazah si pemuda itu telah dikebumikan sejak malam harinya. Lalu Khalifah Umar pergi dan melakukan salat jenazah bersama orang-orang yang mengikutinya di atas kuburan pemuda itu. Kemudian Umar menyeru nama pemuda itu seraya membacakan firman-Nya: Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (Ar-Rahmah: 46) Maka pemuda itu menjawabnya dari dalam kuburan, "Wahai Umar, Tuhanku telah memberikannya kepadaku dua kali di dalam surga."
Begitu beruntungnya kita, maka dari itu teteplah berpegan teguh pada ajaran agama yang degannya kita akan selamat dunia akhirat. Aamiin.....

Komentar
Posting Komentar