Nikmat Yang Mesti Disyukuri

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

"Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."
(Surat Al-An'am, Ayat 99)
-------------------------------------------------------------

Firman Allah ini, memberikan gambaran bagaimana Dia memberiakn suatu nikmat yang tiadatara bagi segenap umatnya, tidak pandang bulu baik itu besar, kecil, kaya, cukup, pejabat, orang biasa, dan sebagainya, teteapi Allah tetep memberikan  yang terbaik bagi segenap umat manusia. Suatu keberuntungan yang besar bagi manusia yang selalu taat kepadanaya, pemilik segala kenikmatan yang tidak terhalang oleh waktu, tempat, dan apapun itu bentuknya, yang akan memberikan tambahan berlipat ganda baginya dari kebanyakan manusia yang cenderung kurang taat.
Begitu banyak janji-janji manisnya seolah-olah kenikmatan itu terpampang jelas dihadapan mata, yang diyakini oleh orang-orang yang mau menjemputnya dengan peraihan yang meyakinkan. Kenikmatan demi kenikmatan terus dirasakan, memang suatu janji yang ditetepkan kepastian didalamnya bagi segenap manusia yang selalu berterimakasih, bersyukur dan mengahrap ridho dari-Nya.
Dan tidak kalah pentingnya untuk tetap berpikir optimis kedepan, dengan mengaharapkan terwujunya pada kedua kalinya pada kalimat-Nya :

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
(surat Ath-Thalaq, Ayat 3)
Berkaitan dengan ayat ini, Ar-Rabi' ibnu Khaisam telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nyaniscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (Ath-Thalaq: 2) Maksudnya, jalan keluar dari setiap perkara yang menyempitkannya, yakni menyusahkannya. 
Dan jugaIbnu Mas'ud dan Masruq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (Ath-Thalaq: 2) Yakni dia mengetahui bahwa jika Allah menghendaki, niscaya memberi­nya; dan jika Allah tidak menghendaki, niscaya Dia mencegahnya. dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Ath-Thalaq: 3) Maksudnya, dari arah yang tiada diketahuinya. 
Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.(Ath-Thalaq: 2) Yaitu dari semua kesulitan urusannya dan kesusahan di saat menjelang kematiannya. dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Ath-Thalaq:3) Yakni sesuai dengan apa yang dicita-citakannya, tetapi tidak terlintas dalam benaknya akan dapat diraih.
Begitu banyak jalan-jalan kebaikan bagi setiap insan, sebagai bentuk kasih sayang Allah terhadap hambanya yang selau taat yang tidak ter lampau batasnya yang patut kita banggakan dan syukuri bersama.

Komentar

Postingan Populer